SELAMAT DATANG DI SDN 6 CICADAS MARI BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN

Breaking News

Kamis, 07 Maret 2013

Proteksi Anak dari Ancaman Cyberbullying


Seperti yang kita tahu, dunia sekarang marak dengan jejaring sosial media seperti Facebook, Twitter, Yahoo dan situs jejaring lain membuat nama jejaring tersebut tidaklah asing di telinga kita. Jejaring sosial tidaklah mengenal usia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan manula pun juga tidak mau ketinggalan dalam meng-update status. Namun sebagian besar yang paling betah dengan jejaring sosial ini adalah anak-anak menjelang remaja.

Semua isi hatinya dicurahkan melalui jejaring ini dari perasaannya, apa yang dialami saat ini dan masih banyak lagi pengalaman dari si anak tersebut. Namun tidak semua pengguna jejaring memiliki watak yang baik seperti contoh yang marak di berita saat ini yaitu Cyberbullying.

Cyberbullying adalah intimidasi atau pelecehan melalui internet atau ponsel. Korban akan dihina atau diancam melalui pesan singkat atau situs jejaring sosial. Hal tersebut dilakukan agar korban merasa dalam bahaya.

Berbeda dengan bullying pada umumnya, cyberbullying bisa terus-menerus terjadi tanpa henti. Anak bisa mengalami bullying melalui email, situs jejaring sosial dan blog tanpa kenal waktu. Hal itu pun bisa membuat anak merasa mereka terus-menerus di-bully dan sepertinya tidak ada jalan keluar.

Biasanya, anak khawatir untuk memberitahukan orangtuanya saat mereka mengalami bullying. Hal ini pun membuat orangtua kesulitan membantu mereka saat masalah itu terjadi.

Sebelum memahami apa yang harus dilakukan jika anak mendapatkan cyberbullying, orangtua perlu tahu apa saja tanda-tanda anak yang mendapatkan bullying di internet seperti:
  • Menjauh dari keluarga dan teman-temannya
  • Menghindar saat pertemuan-pertemuan di sekolah atau kelompoknya
  • Perubahan mood, tingkah laku, pola tidur dan selera makan
  • Anak tampak emosional atau stres selama atau setelah memakai internet
  • Bertingkah atau marah-marah di rumah
  • Menghindari pembicaraan soal aktivitasnya di dunia maya.
  • Menunjukkan sikap gelisah saat mendapatkan pesan atau email
  • Mulai jarang menggunakan komputer, laptop dan smartphone yang biasanya sering menggunakan perangkat tersebut.


Jika sudah seperti ini kita sebagai orang tua seharusnya membuka diri kita untuk menenangkan dan mencari solusi bagi si anak agar tidak khawatir lagi. Apabila dibiarkan maka hal serupa akan terjadi seperti belum lama ini, seorang remaja pria berusia 14 tahun memilih bunuh diri setelah tidak tahan jadi korban bullying. Remaja pria bernama Jamey Rodmeyer itu mengaku bukan hanya mendapatkan bullying di sekolah karena dirinya adalah seorang gay tetapi juga mendapatkan ejekan di situs jejaring sosial.

Apakah sebagai orangtua ingin anak kita akan berakhir sepert ini? Tentu saja tidak bukan ? Namun bagaimana agar si anak terbebas dari Cyberbullying? Berikut ini tips agar anak terhindar dari cyberbullying:

1. Buatlah pengaturan privasi dengan teman-teman yang dikenal

Jika anak Anda sudah mengenal aplikasi messenger untuk chat, katakan pada anak untuk membuat pengaturan yang hanya bisa diakses oleh teman-temannya saja. Hal ini akan mencegah pelaku pelecehan menyerang akun pribadi saat sedang online.

2. Ganti password

Ubah password jika pelaku pelecehan telah menyusup ke salah satu akun pribadi anak. Jangan pernah memberitahukan password pada orang lain. Bisa saja tiba-tiba muncul ide untuk mengusili orang dan mengubah profil anak Anda. Cobalah ganti nama akun atau email agar tidak mudah dilacak kembali oleh pelaku.

3. Acuhkan apabila ada yang menghinanya

Minta anak untuk mengabaikan semua email, pesan singkat atau postingan yang bersifat menghina. Maksud tujuan dari pelaku adalah mengharapkan reaksi atau balasan korban yang dianggap lucu. Dengan kata lain, mereka akan berhenti jika 'lelucon' yang dikirimnya tidak ditanggapi.

4. Minta pada anak jangan mengonfirmasi orang yang tak dikenal.

Jangan sampai anak sembarangan untuk menambah dan mengonfirmasi permintaan pertemanan. Laporkan setiap pelecehan yang diterima pada operator situs atau jejaring sosial yang bersifat mengancam. Tidak hanya itu, postingan dengan melecehkan foto atau profil juga merupakan pelanggaran. Mintalah admin untuk menghapus halaman yang dibuat pelaku.

5. Laporkan ke pihak yang berwajib.

Jika terus menerus diganggu, simpan dan cetaklah setiap email, pesan singkat atau halaman web yang dikirim pelaku. Hal tersebut sangat penting karena bisa menjadi bukti otentik. Laporkan kepada yang berwajib dan mintalah perlindungan jika sudah mengancam keselamatan anak atau keluarga Anda.

Tidak ada komentar:

Designed By