SELAMAT DATANG DI SDN 6 CICADAS MARI BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN

Breaking News

Senin, 25 November 2013

DEBIT



Debit di sini adalah kecepatan aliran zat cair per satuan waktu. Istilah debit digunakan dalam hal pengawasan kapasitas atau daya tampung air di sungai, bendungan, atau waduk, agar dapat dikendalikan. Tapi jangan kaget kalau istilah debit juga sering digunakan dalam bidang akutansi atau keuangan.
Lalu, bagaimana kamu bisa menghitung debit air? Ya, cara menghitungnya adalah volume awal dikurang volume akhir kemudian dibagi dengan waktu.
Contohnya, sebuah bak penampungan air memiliki volume 300 m3. Setelah dialirkan selama 10 menit airnya tinggal 180 m3. Berapa debit air yang mengalir?
Ada yang tahu berapa debit airnya? Kalau tidak, ayo kita hitung. Diketahui volume awal airnya adalah 300 m3, volume akhir 180 m3, dan waktunya 10 menit. Maka caranya, 300 m3-180 m3/ 10 menit = 120 m3/ 10 menit = 12 m3 per menit.
Jadi, debit air yang mengalir adalah 12 m3 per menit. Gampang, kan?
Lalu, bagaimana ya menghitung volume air dalam suatu wadah? Mudah, kok, kamu tinggal mengalikan saja debit dengan waktu. Perhatikan contoh di bawah ini ya...
Sebuah bak penampung air dapat terisi penuh dalam waktu 30 menit. Jika debit aliran tersebut 500 m3 per menit, berapa volume bak tersebut?
Tinggal kamu kalikan saja, 500 m3 x 30 = 15.000 m3. Maka volume bak tersebut adalah 15.000 m3.  Satu lagi, bagaimana ya kalau mencari waktunya? Caranya, volume dibagi debit, kemudian kalikan 1 menit. Coba kamu kerjakan soal di bawah ini:
1.  Volume sebuah botol diketahui 500 m3. Karena bocor selama 30 menit, volume botol tersebut tinggal 320 m3. Berapakah debit kebocorannya?
2. Arman membuka keran untuk mengisi bak mandi pukul 07.30 dan ditutup pada pukul 07.45. Jika debit kran tersebut 450 m3. Berapakah volume bak mandi tersebut?

Tidak ada komentar:

Designed By