PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP
A. Perkembangbiakan Hewan :
Perkembangbiakan Hewan Perkembangbiakan hewan ada dua cara, yaitu perkembangbiakan secara kawin (seksual/generatif) dan tidak kawin (aseksual/vegetatif).
Vegetatif
Perkembangbiakan hewan secara vegetatif adalah perkembangan tanpa
melalui perkawinan. Jadi, hanya dibutuhkan satu induk saja untuk
berkembangbiak. Individu yang dihasilkan memiliki sifat persis seperti
induknya.Perkembangbiakan hewan secara vegetatif ada dua macam, yaitu
tunas dan fragmentasi.
Membelah diri dan fragmentasi, contoh: organisme yang membelah diri, protozoa, alga biru (bakteri). Sedangkan
fragmentasi yaitu dengan cara memotong-motong tubuhnya, contoh: algae
(ganggang) dan planaria (cacing pipih). Tunas, contoh: Hydra dan ragi
(Saccharomyces).
Generatif
Perkembangbiakan generatif pada hewan meliputi perkembangbiakan dengan konjungsi dan pleburan dua sel gamet.
a. Konjugasi, yaitu perkembangbiakan secar kawin pada organisma yang belum jelas alat kelaminnya, contohnya Spirogyra.
b. Peleburan dua sel gamet, dapat terjadi pada hewan yang telah memiliki alat kelamin tertentu, sebagai contoh pada cacing tanah terjadi perkawinan silang antara dua cacing yang kawin. Cacing A dibuahi oleh sperma dari cacing B, sedangkan cacing B dibuahi oleh sperma dari cacing A. cacing tanah tergolong hewan hermafrodit yang memiliki alat kelamin jantan dan berin pada satu tubuh. Selain cacing tanah yang tergolong hermafrodit antara lain cacing pita, siput darat dan bekicot.
Pembuahan pada hewan
Berdasarkan tempat terjadinya, pembuahan dibedakan atas:
1. pembuahan luar, pertemuan sperma dan ovum terjadi di luar tubuh, mislnya: ikan dan katak. Pada pembuahan eksternal (pembuahan luar), sel telur dan sel sperma dihasilkan dalam jumlah besar karena:
a. kemungkinan terjadinya fertilisasi kecil
b. kemungkinan telur yang dihasilkan akan dimakan oleh hewan lain atau mati karena perubahan lingkungan.
2. pembuahan dalam, pertemuan sperma dan ovum terjadi di dalam tubuh, misalnya reptilia,
burung dan manusia
Perkembangbiakan hewan secara generatif ada tiga, yaitu bertelur, melahirkan, serta bertelur dan melahirkan.
- Bertelur (Ovipar)
Bertelur (Ovipar) Ovipar berasal dari kata ovum yang berarti telur. Ovum (telur) dihasilkan oleh hewan betina dan akan dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh hewan jantan. Proses pembuahan ovum oleh sperma terjadi di dalam tubuh induk betina dan ada yang terjadi di luar tubuh induk betina. Pembuahan di dalam tubuh induk betina dinamakan pembuahan internal. Pembuahan di luar tubuh induk betina dinamankan pembuahan eksternal. Contoh hewan yang bertelur diantaranya:
Contoh Hewan Ovipar : Contoh Hewan Ovipar Katak Katak jantan biasanya tubuhnya lebih kecil dari katak betina. Katak jantan merangsang katak betina untuk bertelur, kemudian katak jantan mengeluakan spermanya dan membuahi telur katak betina. Telur itu kemudian menetas dan menjadi berudu.
- Melahirkan (Vivipar )
Mamalia tergolong hewan vivipar Melahirkan anak), mempunyai alat kelamin jantan dan betina.
1. Alat kelamin jantan (pria)
a. Sepasang testes (buah pelir), yaitu penghasil sperma.
b. Saluran sperma (vas deferen)
c. Penis, yaitu alat kelamin luar
2. Alat kelamin betina (wanita)
a. Ovarium (indung telur) yaitu penghasil ovum
b. Pembuluh/saluran falopii (tuba falopii) atau saluran ovum atau oviduk
c. Rahim atau uterus, yaitu tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada hewan mamalia yang dapat menghasilkan banyak anak, juga memiliki uterus yang banyak pula, misalnya tikus.
d. Vagina (lubang peranakan) adalah saluran terluar dari alat alat kelamin betina.
Pertemuan sperma dan ovum (fertilisasi) terjadi pada saluran falopii menghasilkan zygot. Zygot tersebut tumbuh menjadi embrio. Embrio akan berkembang menjadi fetus dan akhirnya lahir sebagai bayi. Embrio memperoleh zat makanan dari induknya melalui plasenta. Penghubung antara plasenta dengan embrio adalah tali pusat. Untuk melindungi embrio dari benturan terdapat cairan yang disebut air ketuban.
- Bertelur dan Melahirkan (Ovovovipar)
Bertelur dan Melahirkan (Ovovovipar) Pada hewan ovovivipar, pembuahan terjadi di dalam tubuh hewan betina. Setelah terjadi pembuahan terbentuklah telur. Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam telur tersebut. Makanan zigot hanyalah cadangan makanan di dalam telur, bukan langsung dari induk betinanya. Embrio akan tumbuh menjadi janin. Janin yang hidup akan tumbuh sampai satu meter atau lebih sebelum lahir. Setelah titu embrio tumbuh sempurna menjadi janin di dalam rahim, induk betina akan melahirkannya.
Contoh Hewan Ovovivipar : Contoh Hewan Ovovivipar Plathypus Plathypus adalah contoh hewan Ovovivipar, karena plathypus berkembangbiak dengan bertelur, tetapi setelah itu dia juga menyusui anaknya.
B. Perkembangbiakan Tumbuhan :
- Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan :
a. Vegetatif alami, tanpa bantuan manusia:
1) Rhizoma atau akar rimpang, yaitu batang yang tumbuh mendatar yang terletak di bawah permukaan tanah. Rhizoma berbuku-buku dan bersisik, dan di ujungnya ada kuncup. Pada ketiak sisik terdapat tunas. Contoh: lengkuas, kunyit, temulawak, alang-alang dan sebagainya.
2) Umbi lapis, terdiri atas cakram dan umbi yang belapis-lapis. Contoh: bawang putih, bawang merah, bakung dan bunga tulip.
3) Umbi batang, merupakan batang yang tumbuh ke dalam tanah yang menggembung dan membentuk umbi dilengkapi dengan mata tunas. Contoh: kentang dan gembili.
4) Umbi akar, adalah akar yang berubah fungsi menyimpan makanan. Contoh: singkong dan bunga dahlia.
5) Geragih atau stolon, yaitu batang yang menjalar di atas permukaan tanah. Contoh: pegagan, rumput teki dan arbei.stroberri
6) Tunas, dapat tumbuh menjadi tanaman baru yang tidak jauh dari induknya dan akhirnya membentuk rumpun. Contoh: pisang, bambu dan tebu.
b. Vegetatif buatan, dengan bantuan manusia;
1) Mencangkok, yaitu dengan mengupas kulit sampai ke bagian kayunya. Bagian yang licin dari kayu yaitu kambium harus dibuang, selanjutnya ditutup dengan tanah basah yang subur kemudian dibungkus. Contoh: jeruk, mangga, jambu, rambutan dan tumbuhan berkambium lainnya.
2) Menempel atau okulasi, yaitu dengan menempelkan mata tunas dari suatu tanaman ke mata tunas tanaman lainnya yang sejenis.
3) Menyambung (mengenten/kopulasi) yaitu menggabungkan bagian tanaman satu ke bagian tanaman lain untuk mendapatkan tanaman baru yang memiliki sifat lebih baik.
4) Stek, yaitu memotong batang atau daun untuk ditanam di tempat lain. Ada stek batang dan stek daun. Contoh stek batang: singkong, ketela rambat, sirih, lada dan lain-lain. Contoh stek daun: cocor bebek.
5) Merunduk, yaitu dengan merundukkan batang atau cabang yang dibengkokkan ke bawah serta ditimbuni tanah untuk menimbulkan akar-akar baru. Contoh: apel, alamanda, kaca piring dan sebagainya.
- Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan
Bunga
pada tumbuhan mengandung alat-alat perkembangbiakan. Bagian-bagian dari
bunga antara lain: dasar bunga, kelopak, mahkota, sari dan putik.
Mahkota dan kelopak bunga merupakan alat perhiasan bunga yang umumnya
berwarna warni. Sedangkan sari dan putik merupakan alat kelamin bunga.
1. Bunga lengkap, memiliki perhiasan dan alat kelamin.
2. Bunga tidak lengkap apabila satu atau lebih dari perhiasan bunga tidak ada.
3. Bunga sempurna, apabila sari dan putik terdapat dalam satu bunga.
4. Bunga tidak sempurna, apabila hanya salah satu alat kelamin saja yang terdapat pada satu bunga. Dikenal bunga jantan (hanya sari saja yang ada) dan bunga betina (hanya putik saja). Tumbuhan berumah satu, apabila dalam satu pohon terdapat alat kelamin jantan dan betina. Tumbuhan berumah dua, apabila dalam satu pohon terdapat hanya satu alat kelamin.
a. Benang sari meliputi kepala sari dan tangkai sari. Pada kepala sari terdapat kotak sari yang di dalamnya terdapat serbuk sari.
b. Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik dan bakal buahMacam-macam bunga berdasarkan kelengkapan alat perkembang biakan:
1. Bunga lengkap, memiliki perhiasan dan alat kelamin.
2. Bunga tidak lengkap apabila satu atau lebih dari perhiasan bunga tidak ada.
3. Bunga sempurna, apabila sari dan putik terdapat dalam satu bunga.
4. Bunga tidak sempurna, apabila hanya salah satu alat kelamin saja yang terdapat pada satu bunga. Dikenal bunga jantan (hanya sari saja yang ada) dan bunga betina (hanya putik saja). Tumbuhan berumah satu, apabila dalam satu pohon terdapat alat kelamin jantan dan betina. Tumbuhan berumah dua, apabila dalam satu pohon terdapat hanya satu alat kelamin.
Proses Perkembangbiakan pada Tumbuhan :
1. Penyerbukan
Penyerbukan yaitu jatuhnya sari di atas kepala putik. Penyerbukan dipengaruhi oleh empat faktor yaituangin, hewan, air dan manusia.
Setelah terjadi penyerbukan menyusul pembuahan (peleburan antara sperma dengan ovum).
SUMBER 2
tika cuaca sangat sejuk. Tidak seperti makhluk lain, bukan penguin betina yang mengerami tetapi si jantan. Penguin betina hanya bertelur sebiji dan kemudian meninggalkannya kepada penguin jantan. Ia berjalan jauh untuk mendapatkan makanan kepada suami dan anaknya. Karana mereka dikelilingi es dan salju, ia perlu berjalan jauh untuk mendapatkan makanan.
Penguin jantan mengeram telurnya selama empat bulan penuh. Ia membawa telur ini di antara kedua kakinya dan sepanjang empat bulan ini, ia sekali pun tidak pernah meninggalkan telur ini. Jika ia melakukannya, telur tersebut akan membeku dan mati di dalam beberapa menit saja.
Penguin jantan ini begitu sabar, sehinggakan sepanjang empat bulan ini ia bergerak dengan telur berada di antara kedua kakinya. Kerana itulah ia tidak dapat berburu dan sentiasa lapar. Cuaca sangat sejuk. Jika cuaca menjadi terlalu sejuk, penguin-penguin jantan akan berkumpul bersama walaupun mereka mambawa telur di kaki mereka.
Burung Unta
Telur dari burung terbesar di dunia ini juga merupakan telur burung yang
terbesar di dunia. Mereka menggali lubang yang sangat dalam di pasir
dan meletakkan semua telur di dalamnya. Tapi ketika mereka bertelur
lebih dari 10 – 12 butir, mereka perlu mengubah ukuran lubang tersebut
supaya cukup. Jika burung unta membuat lubang di tanah sebagai ganti
pasir, ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama, menyebabkan mereka
mengeluarkan banyak energi.
Burung unta mengenali telur-telurnya melalui pori-pori udara pada kulit telur tersebut.
3 4
Perkembangbiakan
Penyu betina naik ke pantai untuk bertelur. Dengan kaki depannya, mereka menggali lubang untuk meletakkan telur-telurnya. Kemudian mereka mengisi lubang itu dengan telur-telurnya sebanyak kurang lebih 100 butir (bahkan mungkin lebih). Kemudian mereka dengan hati-hati menutup kembali lubang tersebut dengan pasir dan meratakan pasir tersebut untuk menyembunyikan atau menyamarkan letak lubang telurnya. Setelah proses melelahkan ini selama kurang lebih 1-3 jam berakhir, mereka kembali ke laut.
Penyu umumnya lambat dan canggung apabila berada di darat, dan bertelur adalah hal yang sangat melelahkan, Penyu yang sedang bertelur sering terlihat mengeluarkan air mata, padahal sebenarnya mereka mengeluarkan garam-garam yang berlebihan di dalam tubuhnya. Beberapa penyu dapat menghentikan proses bertelur apabila mereka terganggu atau merasa dalam bahaya. Oleh karena itu, sangat penting diketahui bahwa jangan mengganggu penyu yang sedang bertelur.
Katak tergolong hewan berdarah dingin, artinya suhu tubuhnya cenderung
sama dengan temperatur lingkungannya. Semua jenis katak mempunyai bantuk
tubuh yang serupa, yaitu tidak berekor, kaki depan pendek, dan kaki
belakangnya besar dan kuat sehingga katak dapat meloncat jauh.
Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :
1. Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)
2. Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:
a. Apogami : embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya : dari sinergid dan antipoda.
b.Partenogenesis : embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.
c. Embrio adventif : merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian selain kandung lembaga.
Sudah melihat perbedaannya kan?
Lembaga adalah calon tumbuhan baru yang terdiri atas bakal akar, akar batang, dan bakal daun. Lembaga berada di dalam biji. Daging biji merupakan cadangan makanan bagi calon tumbuhan baru yang digunakan selama tumbuhan baru belum tumbuh akar yang menyerap makanan dari tanah atau media tanam yang lainnya.
Penyerbukan yaitu jatuhnya sari di atas kepala putik. Penyerbukan dipengaruhi oleh empat faktor yaituangin, hewan, air dan manusia.
Macam-macam penyerbukan berdasarkan penyerbukannya:
1. Penyerbukan oleh anginciri bunganya mahkota kecil/tidakbermahkota, warna mahkota tidak menarik, tidak ada kelenjar madu, sari kecil, jumlah sari banyak dan ringan (mudah dibawa angin), sari memiliki sayap, kedudukan sari bergantungan, putik besar dan menjulur ke luar, tangkai bunga panjang.
2. Penyerbukan oleh hewan seperti serangga, kupu-kupu, burung dan kelelawar. Ciri bunga yang penyerbukannya dibantu serangga; mahkota besar dan mencolok warnanya, mempunyai bau yang khas, menghasilkan kelenjar madu, serbuk sari mudah melekat.
3. Penyerbukan oleh air, misalkan Hydrilla.
4. Penyerbukan oleh manusia misalnya vannili.
Sifat penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari:
1. penyerbukan sendiri, sari jatuh pada putik dalam satu bunga
2. penyerbukan tetanggasari jatuh ke putik pada bunga yang berbeda dalam satu pohon
3. penyerbukan silang, sari dan putik berasal dari pohon yang berbeda yang sejenis
4. penyerbukan bastar, sari dan putik berasal dari tanaman yang berbeda varietasnya.2. Pembuahan (Fertilisasi) pada Tumbuhan
Setelah terjadi penyerbukan menyusul pembuahan (peleburan antara sperma dengan ovum).
1. Serbuk sari tumbuh menjadi buluh serbuk sari menuju ke ruang bakal biji. Inti serbuk sari membelah menjadi dua, yaitu inti vegetatif dan generatif. Inti generatif menghasilkan 2 spermatozoid. Spermatozoid masuk ke ruang bakal biji melalui mikrofil.
2. Bersamaan dengan pembentukan sperma pada sari, di ruang bakl biji terjadi juga pembentukan sel telur dan inti kandung lembaga (inti ganda lembaga).
3. Sperma 1 + sel telur => zygot => menjadi lembaga
4. Sperma 2 + inti kandung lembaga => endosperm (putik lembaga)
5. Putik lembaga merupakan tempat cadangan makanan bagi lembaga
SUMBER 2
CARA PERKEMBANG BIAKAN MAHLUK HIDUP 6.1
(Dialihkan dari Cara Perkembangbiakan Makhluk Hidup 6.1)
Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia
Perkembangbiakan Manusia
Kehidupan di muka bumi tidak sekaligus ada secara lengkap seperti yang
kita lihat sekarang. Semua yang ada di atas bumi ini tercipta atas
kebesaran Allah yang Maha Esa. Apakah kamu tahu, darimana kamu berasal?
Mulanya sel telur yang ada dalam tubuh ibumu dibuahi oleh sel
spermatozoa dari ayahmu. Sel telur akibat pembuahan itu berada di dalam
tubuh ibumu, tidak dikeluarkan, akan tetapi berkembang didalam tubuh
ibumu selama ± 9 bulan.
Ketika telah memasuki masa dari akhir periode tersebut, kamu sudah terbentuk sempurna dan telah siap untuk dilahirkan.
Bandingkanlah kepala bayi ketika bayi baru dapat tengkurap dengan bayi
yang sudah dapat berjalan. Bagaimanakah sekarang perbandingannya? Lebih
besar, bukan? Setelah dewasa, perbandingan kepala dengan panjang tubuh
semakin besar, kira-kira seperdelapan dari panjang tubuhnya.
Ciri Perkembangan Fisik Anak Laki-laki dan Anak Perempuan
Sampai umur 9 tahun, anak laki-laki dan perempuan hampir tidak tampak
perbedaan tubuhnya, kecuali pada kebiasaan memelihara rambut. Biasanya
anak perempuan memanjangkan rambut sementara anak laki-laki tidak.
Kira-kira umur 12 tahun laki-laki dan perempuan mulai tampak berbeda.
Mulai umur 12 tahun terjadi perubahan suara pada anak laki-laki. Suara
yang sebelumnya berfrekuensi tinggi, berubah menjadi agak rendah
(besar). Selain itu ada tanda-tanda mulai tumbuh kumis, rambut ketiak,
dan jakun.
Pada anak perempuan, sekitar usia 12 tahun organ reproduksinya mulai
menghasilkan sel telur. Sel telur yang telah matang dan tidak dibuahi
akan luruh dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh berupa darah. Peristriwa
itu dinamakan menstruasi atau haid. Anak dengan kondisi tubuh normal,
haid terjadi secara periodik setiap bulan sehingga dikenal juga dengan
istilah datang bulan. Anak perempuan yang mengalami haid merupakan
pertanda bahwa anak itu jika telah menikah bisa mendapatkan keturunan.
Dengan demikian, anak perempuan yang mengalami haid wajib mengucap
syukur kepada Allah atas karunia itu.
Di awal masa puber, anak perempuan tumbuh lebih cepat sehingga kelihatan
lebih besar dan lebih tinggi daripada anak laki-laki meskipun usia
mereka sama. Beberapa tahun kemudian pertumbuhan anak perempuan
melambat, sedangkan pertumbuhan anak laki-laki semakin cepat.
Pada masa puber, anak-anak mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Setiap gerak, misalnya berlari-lari dan berteriak-teriak, mereka tidak
dapat lagi melakukannya secara spontan dan bebas, tetapi mulai
memperhatikan aturan formal, yaitu aturan sopan santun dan tata tertib
yang berlaku di lingkungan itu
Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi
Sejak lahir, manusia dikaruniai organ reproduksi. Organ reproduksi
diciptakan oleh Allah yang Maha Esa untuk manusia, agar manusia dapat
terus melangsungkan keturunannya. Organ tersebut sangat penting. Bila
kita tidak mempunyai organ reproduksi, apa jadinya? Salah satunya kita
akan kesulitan untuk buang air kecil (kencing).
Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita bersyukur atas apa-apa yang
diberikan Allah kepada kita. Diciptakannya organ reproduksi bagi manusia
sudah tentu ada fungsinya. Apa yang harus kita lakukan terhadap organ
reproduksi kita?
Tuhan menciptakan manusia terdiri atas laki-laki dan perempuan. Sudah
tentu, laki-laki dan perempuan memiliki organ reproduksi yang berbeda.
Berbeda bentuk, fungsi, serta cara menjaga kebersihannya.
Bagaimana cara kita menjaga organ reproduksi?
Setiap manusia perlu menjaga kebersihan organ reproduksinya. Terutama bagi wanita, apalagi pada saat haid atau menstruasi. Pada saat itu, tubuh wanita rentan terhadap penyakit.
Cara membersihkan organ reproduksi untuk wanita, mandi dengan air bersih sehari dua kali. Bila haid hendaknya mengganti pembalut setiap beberapa jam sekali, menggunakan pembalut yang bersih bebas kotoran, dan berolah raga secara teratur. Membasuh organ bila habis buang air kecil agar tidak gatal.
Setiap manusia perlu menjaga kebersihan organ reproduksinya. Terutama bagi wanita, apalagi pada saat haid atau menstruasi. Pada saat itu, tubuh wanita rentan terhadap penyakit.
Cara membersihkan organ reproduksi untuk wanita, mandi dengan air bersih sehari dua kali. Bila haid hendaknya mengganti pembalut setiap beberapa jam sekali, menggunakan pembalut yang bersih bebas kotoran, dan berolah raga secara teratur. Membasuh organ bila habis buang air kecil agar tidak gatal.
Begitu pula dengan laki-laki, untuk menjaga kebersihan organ
reproduksinya, hendaknya mandi dua kali sehari, mengganti pakaian dalam
sehari dua kali, membasuh organnya sehabis buang air kecil, serta olah
raga secara teratur.
Perkembangbiakan Hewan
Apa yang dimaksud dengan berkembang biak?
Berkembang biak (reproduksi) adalah kemampuan menghasilkan keturunan (individu baru) dengan tujuan melestarikan dan memperbanyak jenis. Setiap hewan memiliki cara perkembangbiakannya sendiri.
Berkembang biak (reproduksi) adalah kemampuan menghasilkan keturunan (individu baru) dengan tujuan melestarikan dan memperbanyak jenis. Setiap hewan memiliki cara perkembangbiakannya sendiri.
Dalam sains, sel kelamin jantan dinamakan sel sperma, sedangkan sel
kelamin betina disebut dengan sel telur atau ovum. Jika sel sperma
bersatu dengan sel telur (disebut pembuahan atau fertilisasi), pada saat
itulah hewan yang baru mulai terbentuk.
Secara umum, perkembangbiakan hewan ada tiga macam:
1. Beranak atau melahirkan (vivipar)
2. Bertelur (ovipar)
3. Mengembangkan telur di dalam badan induknya, tetapi embrio tidak mendapatkan makanan dari induknya (ovovivipar)
Lebih lanjut, perhatikan penjelasannya, ya!
1. Perkembangbiakan hewan dengan melahirkan (vivipar)
Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan biasanya sekaligus juga menyusui anaknya, jadi disebutnya mamalia. Sebelum melahirkan, mamalia membesarkan anaknya sampai pada waktu tertentu di dalam tubuh induk betina. Keadaan semacam itu disebut bunting atau hamil.
1. Beranak atau melahirkan (vivipar)
2. Bertelur (ovipar)
3. Mengembangkan telur di dalam badan induknya, tetapi embrio tidak mendapatkan makanan dari induknya (ovovivipar)
Lebih lanjut, perhatikan penjelasannya, ya!
1. Perkembangbiakan hewan dengan melahirkan (vivipar)
Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan biasanya sekaligus juga menyusui anaknya, jadi disebutnya mamalia. Sebelum melahirkan, mamalia membesarkan anaknya sampai pada waktu tertentu di dalam tubuh induk betina. Keadaan semacam itu disebut bunting atau hamil.
Menurutmu, hewan apa saja yang tergolong binatang menyusui (mamalia) ini? Yup betul! Salah satunya adalah anjing.
Beranak/Melahirkan/Vivipar
Anjing
Kehamilan anjing berlangsung selama ± 9 minggu. Anjing yang bertubuh
kecil mampu melahirkan 1-4 anak anjing, anjing yang berukuran sedang
mampu melahirkan 4-8, dan anjing yang bertubuh besar mampu melahirkan
antara 6-10 anak. Setelah lahir, anak anjing belum dapat melihat pada
10-15 hari pertama.
Normalnya, anak anjing mulai belajar berjalan pada minggu kedua dan
dapat berjalan dengan baik pada minggu ketiga setelah lahir. Selama
waktu itu, induk anjing akan selalu berada di dekatnya untuk menyusui
dan memeliharanya. Yang namanya ibu itu, baik itu manusia, hewan, bahkan
tumbuhan, selalu baik dan menjaga kita, ya!
Kuda
Induk kuda pada gambar diatas sedang memandikan (dengan cara menjilati)
bayinya yang baru lahir. Bayi kuda yang baru lahir biasanya segera
belajar berdiri, lho. Setelah dapat berdiri dan berjalan, yang
pertama-tama dilakukan adalah mencari susu induknya. Tingkah laku hewan
yang tanpa diajarkan seperti itu dinamakan insting. Anak kuda akan
selalu bersama induknya untuk menyusu selama enam bulan setelah dia
lahir.
Apakah kamu dapat menyimpulkan kesamaan binatang mamalia?
Ya! Secara umum mamalia memiliki ciri-ciri berkaki empat dan atau
mempunyai daun telinga, dan berkembang biak dengan cara melahirkan.
Apakah manusia termasuk mamalia? Tentu saja, jika dilihat dari cara
berkembang biaknya.
Lalu bagaimana dengan kelelawar? Meskipun mempunyai kaki dua, kan
kelelawar mempunyai daun telinga, jadi dapat diketahui bahwa kelelawar
termasuk mamalia.
Bertelur/Ovipar
Tahukah kamu bahwa semua jenis burung berkembang biak dengan bertelur?
Ada yang membuat sarang dahulu dan ada pula yang tidak. Burung Plover
meletakkan telurnya di atas rumput.
Penguin
Penguin memamerkan kesetiaan yang hebat kepada telur dan anak-anaknya. Penguin mengerami telurnya ketika cuaca sangat sejuk. Tidak seperti makhluk lain, bukan penguin betina yang mengerami tetapi si jantan. Penguin betina hanya bertelur sebiji dan kemudian meninggalkannya kepada penguin jantan. Ia berjalan jauh untuk mendapatkan makanan kepada suami dan anaknya. Karana mereka dikelilingi es dan salju, ia perlu berjalan jauh untuk mendapatkan makanan.
Penguin jantan mengeram telurnya selama empat bulan penuh. Ia membawa telur ini di antara kedua kakinya dan sepanjang empat bulan ini, ia sekali pun tidak pernah meninggalkan telur ini. Jika ia melakukannya, telur tersebut akan membeku dan mati di dalam beberapa menit saja.
Penguin jantan ini begitu sabar, sehinggakan sepanjang empat bulan ini ia bergerak dengan telur berada di antara kedua kakinya. Kerana itulah ia tidak dapat berburu dan sentiasa lapar. Cuaca sangat sejuk. Jika cuaca menjadi terlalu sejuk, penguin-penguin jantan akan berkumpul bersama walaupun mereka mambawa telur di kaki mereka.
Mereka menghampiri satu sama lain, membentuk bulatan, dan dengan cara
ini, dapat memanaskan diri mereka. Mereka bertukar kedudukan supaya
penguin yang berada di luar bulatan akan merasa panas juga. Apabila
telur tersebut hampir menetas, ibu penguin pulang dari tempat berburu.
Ia memberi makan kepada anak kecilnya dengan makanan yang disimpan di
dalam temboloknya. Untuk mencegah bayi tersebut dari dingin, ibu bapanya
membawanya di antara kaki mereka dan memanaskan badannya dengan tubuh
mereka. Seperti yang kamu lihat, Allah telah mengurniakan makhluk hebat
ini beberapa sifat yang mengagumkan.
Burung Unta
Burung unta merupakan burung terbesar di dunia. Mereka lebih tinggi dari
kita. Seekor burung unta bisa mencapai tinggi dua setengah meter dan
berat 120 kilogram.
Burung ini, yang hidup secara berkelompok di Afrika Tengah, tidak dapat
terbang. Sebagai gantinya, Allah memberinya kemampuan lain supaya mereka
dapat lepas dari pemangsanya: Mereka dapat berlari sangat cepat dengan
kakinya yang panjang. Mereka berlari begitu cepat sehingga tidak ada
seorang pun yang dapat menandinginya. Burung unta adalah binatang
berkaki dua yang berlari paling cepat dan kecepatannya dapat mencapai 70
kilometer per jam. Dan sekarang kami beritahu kalian sesuatu yang
sangat menarik. Tahukah kalian bahwa burung unta hanya mempunyai dua
jari di kakinya? Terlebih lagi, satu jarinya jauh lebih besar dibanding
yang satunya. Dan burung unta berlari hanya pada jarinya yang besar.
Disamping itu, berkat kaki panjang yang membuatnya dapat berlari dengan cepat, mereka juga petarung sejati. Untuk melindungi dirinya dari musuh, mereka menendang pemangsanya.
Disamping itu, berkat kaki panjang yang membuatnya dapat berlari dengan cepat, mereka juga petarung sejati. Untuk melindungi dirinya dari musuh, mereka menendang pemangsanya.
Sesungguhnya menggali pasir adalah lebih mudah dibandingkan tanah.
Kalian bahkan dapat menggali pasir dengan tangan, sementara kalian akan
membutuhkan sekop untuk menggali tanah. Dengan alasan inilah, burung
unta, dengan petunjuk Allah, lebih suka menggali pasir daripada tanah
sehingga menghemat tenaganya. Kemudian mereka menutupi telur-telur ini
dengan pasir lagi tanpa kesulitan.
Satu hal lagi yang menarik dari burung unta adalah penjagaan dan perawatan semua telur dalam sebuah kelompok hanya ditangani oleh seekor burung onta betina. Tapi karena sarang hanya dapat melindungi sejumlah telur, burung unta betina itu mengutamakan telurnya sendiri.
Satu hal lagi yang menarik dari burung unta adalah penjagaan dan perawatan semua telur dalam sebuah kelompok hanya ditangani oleh seekor burung onta betina. Tapi karena sarang hanya dapat melindungi sejumlah telur, burung unta betina itu mengutamakan telurnya sendiri.
Satu hal lagi yang menarik dari burung unta adalah penjagaan dan
perawatan semua telur dalam sebuah kelompok hanya ditangani oleh seekor
burung onta betina. Tapi karena sarang hanya dapat melindungi sejumlah
telur, burung unta betina itu mengutamakan telurnya sendiri.
Burung unta mengenali telur-telurnya melalui pori-pori udara pada kulit telur tersebut.
Anak-anak burung unta yang baru menetas keadaannya sangat tidak berdaya.
Dalam setiap waktu, mereka dapat diserang oleh burung-burung pemangsa.
Saat burung-burung unta yang baru menetas tersebut merasa ada bahaya,
mereka berbaring di atas tanah dan berpura-pura mati. Melalui cara ini,
para pemangsa mengira mereka telah mati dan tidak menyerangnya. Tanpa
kecuali, semua anak burung onta melakukan pertahanan diri dengan cara
ini.
Tidaklah mungkin bagi anak burung unta yang baru lahir untuk sampai
memikirkan taktik semacam itu atau belajar bagaimana melakukanya! Maka,
bagaimana seekor anak burung yang baru dapat membuka matanya ini dapat
berpura-pura mati? Jawabannya sangat jelas. Tuhan kita, Yang Maha
Mengajari dan Membimbing setiap yang hidup, juga telah mengajari anak
burung kecil ini cara yang sedemikian cerdik, sehingga mereka dapat
melindungi diri mereka sendiri.
Ular
1 2
Sekilas, bukankah ular ini tampak sedang melahirkan? Tidak, ular adalah hewan ovipar, jadi berkembang biak dengan bertelur.
Ada beberapa spesies ular/reptil yang menyimpan/mengerami telur dalam
perutnya, sehingga saat bayi ular lahir dan keluar nampak seperti si
ular sedang melahirkan.
Dalam gambar itu sebenarnya kalo dilihat lebih cermat lagi, akan terlihat yang keluar adalah bayi ular yang masih terbungkus membran bening. Membran itu sebenarnya adalah cangkang yang tidak mengeras karena disimpan dalam perut ular.
Dalam gambar itu sebenarnya kalo dilihat lebih cermat lagi, akan terlihat yang keluar adalah bayi ular yang masih terbungkus membran bening. Membran itu sebenarnya adalah cangkang yang tidak mengeras karena disimpan dalam perut ular.
Selain jenis burung dan ular, masih banyak hewan yang berkembang biak
dengan cara bertelur. Salah satunya adalah penyu. Ada dua jenis penyu,
yaitu yang hidup di air (turtle) yang kakinya menyerupai sirip untuk
berenang. Contoh penyu jenis ini adalah penyu hijau. Penyu yang hidup di
darat (kura-kura atau tortoise) memiliki kaki yang kuat. Penyu termasuk
ke dalam kelas reprilia.
Penyu
Selain burung, masih banyak hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Salah satunya adalah penyu. Ada dua jenis penyu, yaitu yang hidup di air (turtle) yang kakinya menyerupai sirip untuk berenang. Contoh penyu jenis ini adalah penyu hijau. Penyu yang hidupdi darat (kura-kura
atau tortoise) memiliki kaki yang kuat. Kura-kura memasukkan kepala ke
dalam cangkangnya yang keras ketika merasa terancam. Penyu termasuk ke
dalam kelas reprilia.
Penyu Laut
Penyu telah mengalami beberapa adaptasi untuk dapat hidup di laut,
diantaranya yaitu dengan adanya tangan dan kaki yang berbentuk seperti
sirip dan bentuk tubuh yang lebih ramping untuk memudahkan mereka
berenang di air. Penyu laut juga memiliki kemampuan untuk mengeluarkan
garam-garam air laut yang ikut tertelan bersama makanan yang mereka
makan dan juga kemampuan untuk tinggal di dalam air dalam waktu yang
lama selama kurang lebih 20-30 menit. Telinga penyu laut tidak dapat
dilihat, tetapi mereka memiliki gendang telinga yang dilindungi oleh
kulit. Penyu laut dapat mendengar suara-suara dengan frekuensi rendah
dengan sangat baik dan daya penciuman mereka juga mengagumkan. Mereka
juga dapat melihan dengan sanghat baik di dalam air. Penyu laut memiliki
cangkang yang melindungi tubuh mereka dari pemangsa.
Penyu laut berbeda dengan kura-kura. Apabila dilihat sepintas, mereka
memang terlihat sama. Ciri yang paling khas yang membedakan penyu laut
dengan kura-kura yaitu bahwa penyu laut tidak dapat menarik kepalanya ke
dalam apabila merasa terancam.
Penyu membutuhkan kurang lebih 15-50 tahun untuk dapat melakukan
perkawinan. Selama masa kawin, penyu laut jantan menarik perhatian
betinanya dengan menggosok-gosokkan kepalanya atau menggigit leher sang
betina. Sang jantan kemudian mengaitkan tubuhnya ke bagian belakang
cangkang si betina. Kemudian ia melipat ekornya yang panjang ke bawah
cangkang betina. Beberapa jantan dapat saling berkompetisi untuk merebut
perhatian si betina. Hanya penyu laut betina yang pergi ke pantai untuk
bersarang dan menetaskan telurnya. Penyu laut jantan jarang sekali
kembali ke pantai setelah mereka menetas. Penyu laut pergi untuk
menetaskan telurnya ke pantai dimana mereka dulu dilahirkan.
Penyu betina naik ke pantai untuk bertelur. Dengan kaki depannya, mereka menggali lubang untuk meletakkan telur-telurnya. Kemudian mereka mengisi lubang itu dengan telur-telurnya sebanyak kurang lebih 100 butir (bahkan mungkin lebih). Kemudian mereka dengan hati-hati menutup kembali lubang tersebut dengan pasir dan meratakan pasir tersebut untuk menyembunyikan atau menyamarkan letak lubang telurnya. Setelah proses melelahkan ini selama kurang lebih 1-3 jam berakhir, mereka kembali ke laut.
Penyu umumnya lambat dan canggung apabila berada di darat, dan bertelur adalah hal yang sangat melelahkan, Penyu yang sedang bertelur sering terlihat mengeluarkan air mata, padahal sebenarnya mereka mengeluarkan garam-garam yang berlebihan di dalam tubuhnya. Beberapa penyu dapat menghentikan proses bertelur apabila mereka terganggu atau merasa dalam bahaya. Oleh karena itu, sangat penting diketahui bahwa jangan mengganggu penyu yang sedang bertelur.
Hewan lain yang termasuk reptil diantaranya bengkarung, tuatara (iguana), komodo, dan buaya.
Ikan
Ikan pun berkembang biak dengan cara bertelur. Bedanya dengan hewan
darat terlatak dalam proses pembuatannya. Proses pembuahan (fertilisasi)
ikan berlangsung di luar tubuh (pembuahan eksternal), karena air dapat
mempertemukan spermatozoa dengan sel telur (ovum). Ketika induk betina
mengeluarkan sel telurnya, induk jantan menyiram dengan cara
menyemburkan spermatozoa ke atas sel telur tersebut sehingga terjadilah
pembuahan.
Proses pembuahan hewan darat berlangsung di dalam tubuh karena udara, dimana hewan darat hidup, tidak dapat mempertemukan sel-sel spermatozoa dengan ovum atau sel telur milik induk betina.
Proses pembuahan hewan darat berlangsung di dalam tubuh karena udara, dimana hewan darat hidup, tidak dapat mempertemukan sel-sel spermatozoa dengan ovum atau sel telur milik induk betina.
Gurame
Ada beberapa tingkah laku ikan yang menarik untuk diamati, misalnya ikan
gurame. Sebelum memijah (kawin), kedua induk ikan terlebih dahulu
bekerja sama membangun sarang yang berasal dari serat-serat atau
rumput-rumputan yang ditemukan dengan cara menganyam menjadi suatu
bangunan berlapis-lapis berbentuk lonjong yang berdiameter kira-kira 30
cm. Bagian depan sarang berlubang dengan diameter sekitar 5 cm.
Setelah sarang selesai dibuat, induk betina melepaskan telurnya ke dalam
sarang melalui mulut sarang tadi. Bersamaan dengan itu, induk jantan
menyemprotkan sperma ke dalam sarang yang sama sehingga semua telur yang
ada di dalam sarang terkena sperma. Dengan demikian, semua telur dalam
sarang mengalami pembuahan atau fertilisasi. Setelah melakukan
pemijahan, induk jantan akan menutup lubang sarang dengan jaringan
halus, kemudian pergi meninggalkannya. Induk betina akan berpuasa dan
menjaga sarangnya dengan ketat sampai telurnya menetas. Telur akan
menetas setelah 3 – 4 hari
Mujair
Mujair juga memiliki perilaku yang unik. Sebelum mencari pasangan yang
cocok, induk jantan mujair lebih dahulu membuat sarang dengan menggali
lubang di dasar kolam. Setelah menggali lubang, mujair jantan akan
mencari mujair betina yang mau diajak memeriksa lubang tadi. Ikan betina
yang telurnya sudah masak dan mau diajak memeriksa sarang, akan
mengeluarkan sekelompok telur. Telur itu segera dimakan kembali dan
dikulum didalam mulut. Pada waktu pembuahan, ikan jantan berenang di
depan betina sambil mengeluarkan sperma, sehingga semua telur yang ada
di dalam mulut terkena sperma, dan terjadilah pembuahan. Ikan mujair
berkembang biak setiap 1,5 bulan.
Mulut ikan betina berfungsi sebagai sarang untuk mengerami telur. Selama
mengerami telur, induk betina berpuasa. Telur akan menetas dalam waktu 3
hari. Ikan yang baru keluar dari telur belum dapat berenang sehingga
masih berada dalam mulut induknya. Setiap ada bahaya, dengan segera
induk ikan mengisapnya kembali dan dikeluarkannya lagi setelah keadaan
aman. Kewajiban mengasuh ini dilakukan sampai burayak dapat mencari
makan sendiri.Amfibi
Amfibi termasuk kelas hewan yang betelur. Amfibi adalah hewan yang memiliki sistem pernafasan yang dapat digunakan di air dan di darat sehingga hewan amfibi dikenal sebagai hewan yang hidup di dua alam. Amfibi berbeda dengan reptilia. Reptilia yang hidup di air akan muncul ke permukaan untuk bernafas, tetapi amfibi tidak. Katak dan salamander tergolong hewan amfibi.
Ketika masanya kawin, katak jantan bernyanyi untuk menarik calon
pasangannya. Katak betina memilih pasangan katak jantan sejenis yang
disukainya. Jika cocok, katak betina masuk ke dalam air, katak jantan
segera naik ke punggung katak betina. Katak betina mengeluarkan telur
dan katak jantan menyiram telur itu dengan spermanya. Telur katak diikat
dan dilindungi dengan cairan sejenis jelly sehingga menjadi seperti
untaian jelly yang lembut.
Telur katak menetas antara 3-25 hari. Cepat lambatnya telur menetas
bergantung pada temperatur air. Semakin tinggi suhu air, semakin cepat
menetasnya.
Katak termasuk hewan yang mengalami metamorfosis yaitu telur ->
berudu -> berudu berkaki -> katak berekor ->katak dewasa.
Bertelur Beranak (Ovovivipar)
Tahukah kamu, bahwa hiu merupakan salah satu hewan yang berkembang
secara ovovivipar. Hiu jantan membuahi telur dengan cara melepas sperma
ke dalam tubuh betina, dan akhirnya melahirkan. Kira-kira 40 spesies
yang menetaskan telur di luar tubuh betina. Anak-anak hiu tidak
dipelihara induknya, bahkan beberapa induk justru memakannya
Perkembangbiakan Tumbuhan
Perkembangbiakan Generatif
Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan tumbuhan melalui
proses penyerbukan dan pembuahan. Bagaiman ya prosesnya? Mari kita
pelajari!
Bunga
Bunga adalah bagian tumbuhan yang berfungsi untuk alat reproduksi.
TABEL BAGIAN-BAGIAN BUNGA
BAGIAN BUNGA FUNGSI
1. Kelopak (kalik) Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola) Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari : Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
a. tangkai sari (filamen)
b. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari
4. Putik (pistilus) terdiri atas : Sebagai penghasil gamet betina
a. tangkai putik (stilus)
b. kepala putik (stigma)
c. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)
BAGIAN BUNGA FUNGSI
1. Kelopak (kalik) Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola) Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari : Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
a. tangkai sari (filamen)
b. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari
4. Putik (pistilus) terdiri atas : Sebagai penghasil gamet betina
a. tangkai putik (stilus)
b. kepala putik (stigma)
c. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)
Penyerbukan dan Pembuahan
Penyerbukan
Penyerbukan terjadi ketika tepung sari menempel pada kepala putik, dapat
menempel dengan baik jika mendapat bantuan dari alam, hewan atau
manusia. Unsur alam juga bisa membantu penyerbukan, diantaranya sinar
matahari, air dan angin.
Bagaimana itu bisa terjadi? Sinar matahari akan memanaskan serbuk sari
sehingga serbuk sari semakin ringan. Angin yang bertiup
menggoyang-goyangbatang sehingga serbuk sari beterbangan dan berjatuhan
dan menempel di kepala putik yang menyebabkan penyerbukan. Angin juga
membantu penyebaran benih misalnya pada pohon randu dan mahoni,
mengaturnya agar tidak berdesakan dengan menerbangkan ke tempat yang
jauh.
Manusia juga dapat membantu penyerbukan, misalnya agar diperoleh hasil
(vanili). Tujuannya untuk memperoleh jenis (varietas) baru. Seperti pada
gambar di bawah ini, penyerbukan dilakukan untuk memperoleh varietas
bunga soka baru.
Butir serbuk/serbuk sari menempel pada kepala putik membentuk buluh
serbuk (2 inti, inti vegetatif dan inti generatif) berjalan ke arah
mikropil (pintu kandung lembaga) inti generatif membelah 2 inti sperma
sampai di mikropil, inti vegetatif mati satu inti sperma membuahi sel
telur embrio. Satu inti sperma lain membuahi inti kandung lembaga
endosperma (makanan cadangan bagi embrio).
Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae disebut pembuahan ganda.
Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae disebut pembuahan ganda.
Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :
1. Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)
2. Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:
a. Apogami : embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya : dari sinergid dan antipoda.
b.Partenogenesis : embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.
c. Embrio adventif : merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian selain kandung lembaga.
Pembuahan
Dalam proses penyerbukan, sel jantan pada serbuk sari meluncur menuju
bakal buah. Peristiwa ini disebut pembuahan. Setelah proses penyerbukan
dan pembuahan, mahkota bunga segera layu dan pembentukan buah dimulai.
Biji
Biji terbagi menjadi dua, dikotil dan monokotil. Sekarang perhatikan dan bedakan kedua gambar di bawah ini, ya.
Lembaga adalah calon tumbuhan baru yang terdiri atas bakal akar, akar batang, dan bakal daun. Lembaga berada di dalam biji. Daging biji merupakan cadangan makanan bagi calon tumbuhan baru yang digunakan selama tumbuhan baru belum tumbuh akar yang menyerap makanan dari tanah atau media tanam yang lainnya.
Perkembangbiakan yang menggunakan biji dinamakan dengan perkembangbiakan generatif.
Kelemahannya lamanya waktu yang dibutuhkan dari menanam hingga berbuah.
Juga biji yang ditanam kadang-kadang tidak sama dengan induknya.
penyebabnya adalah pada saat penyerbukan, bunga mendapat tepung sari
dari pohon lain sehingga terjadi penyerbukan silang (serbuk sari datang dari bunga lain tetapi pohonnya masih sejenis), atau bahkan penyerbukan bastar (serbuk dari dari bunga dan pohon yang berbeda).
Perkembangan Vegetatif
Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi
vegetatif/tumbuhan berbiji. Pada proses propagasi bila bagian tubuh
tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih
tanaman baru.
Perkembangbiakan vegetatif ada yang berlangsung dengan sendirinya atau alami ada juga yang dikembangkan oleh manusia (buatan).
Perkembangbiakan vegetatif ada yang berlangsung dengan sendirinya atau alami ada juga yang dikembangkan oleh manusia (buatan).
Vegetatif Alami
Anakan
Anakan tumbuh di bagian bawah batang dan muncul dari dalam tanah. Tunas
ini membentuk rumpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon
bambu serta padi. Tanaman padi saat ditanam memang menggunakan bibit
yang disemaikan dari gabah (generatif), namun setelah ditanam, bibit
padi yang hanya beberapa batang itu akan beranak dan menjadi rumpun
padi. Anakan bambu disebut rebung yang biasa dibuat sayur atau digunakan
sebagai lumpia. Bambu yang rebungnya dapat disayur adalah rebung dari
bambu betung (miang).
Anakan tumbuh di bagian bawah batang dan muncul dari dalam tanah. Tunas
ini membentuk rumpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon
bambu serta padi. Tanaman padi saat ditanam memang menggunakan bibit
yang disemaikan dari gabah (generatif), namun setelah ditanam, bibit
padi yang hanya beberapa batang itu akan beranak dan menjadi rumpun
padi. Anakan bambu disebut rebung yang biasa dibuat sayur atau digunakan
sebagai lumpia. Bambu yang rebungnya dapat disayur adalah rebung dari
bambu betung (miang).
Umbi batang
Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai
tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada
umbi terdapat mata tunas - mata tunas yang akan berkembang menjadi
tanaman baru. Contoh: pisang, kentang, talas dan Caladium. Talas dan
kentang disebut umbi batang karena umbi tersebut merupakan bagian dari
batang.
Umbi Akar
Umbi akar adalah umbi yang merupakan bagian dari akar. Tanaman yang
berkembang biak dengan umbi akar antara lain bunga dahlia. Jika ditanam,
tidak berapa lama tunas tersebut akan tumbuh menjadi bunga dahlia yang
baru.
Akar Tinggal atau Rizoma (Akar Tongkat)
Rizoma adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk
menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizoma adalah adanya daun
yang mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Tunas muncul dari akar dan
jika memungkinkan akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Rizoma terdapat
pada bambu, bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe
dan kencur.
Umbi Lapis
Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis
diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili,
tulip dan bawang.
'
Tunas Akar
Disebut tunas akar karena memang tunas tumbuh dari akar yang menjalar
sedikit di bawah tanah. Tumbuhan yang tumbuh dengan tunas akar, antara
lain pohon cemara, sanakeling, dan sukun.
Tunas Batang/Stolon
Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon
dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat
menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan
strawberri.
Tunas Liar
Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem
yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun.
Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.
Spora
Spora berbentuk bulatan yang sangat kecil, seperti serbuk sari ataus
eperti debu yang menempel di bagian tanaman (biasanya dibalik daun),
mudah tersebar karena tertiup angina. Spora terdiri atas satu sel
menyerupai zat telur, protoplasma, dan berdinding. Karena sangat ringan,
spora mudah tertiup angin atau terbawa air.
Vegetatif Buatan
Vegetatif buatan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
tumbuhan. Kuantitas (banyaknya) tumbuhan dapat diupayakan dengan cara
mencangkok, stek, dan kultur jaringan. Sedangkan untuk meningkatkan
kualitas dapat dilakukan dengan okulasi (menempel) dan menyambung
(enten).
Cangkok (Okulasi)
Tidak semua tumbuhan dapat dicangkok, hanya yang mempunyai kambium saja.
Kambium yaitu lapisan lapisan lendir yang mengandung zat makanan
tumbuhan. Lapisan kambium berada diantara kulit dan batang. Tumbuhan
yang berkambium adalah tumbuhan dikotil (biji berkeping dua).
Merunduk
Cara perkembangbiakan dengan merunduk adalah dengan merundukkan batang
tanaman dan menahannya agar selalu berada di tanah. Bagian tanaman yang
tertimbun tanah akan tumbuh akar. Setelah akar cukup kuat, tanaman
dipisahkan dari induknya kemudian disemaikan dalam buluh bambu
(polybag), lalu ditanam.
Stek
Stek adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara menanam potongan bagian
tumbuhan. Stek dilakukan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru pada bagian
yang diambil dan ditanam. Bagian yang distek, antara lain batang dan
daun. Beberapa jenis stek yaitu :
Stek batang
Dilakukan dengan cara memotong bagian yang akan distek. Pada tebu, yang
dipotong adalah pucuk dan bagian tengah, asal masih terdapat
ruas-ruasnya, karena pada ruas-ruas atau buku-buku itulahterdapat mata
tunas yang nantinya dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Cabang yang akan
distek dipotong miring 45 derajat agar lebih banyak tempat untuk
tumbuhnya akar baru.
Stek daun
Syarat tanaman yang daunnya dapat distek adalah apabila tepi daun
tanamannya terdapat lekuk-lekuk tempat mata tunas berada. Contohnya daun
cocor bebek, kaktus, nanas, dan daun bunga wijayakusuma. Jika daun
tersebut ditanam, pada daun itu akan tumbuh tanaman baru.
Kultur jaringan
Cara perkembangbiakan yang baru dengan menggunakan teknologi. Yaitu,
bagian tumbuhan yang mana saja dapat dijadikan benih siap tanam.
Pengerjaan kultur jaringan memerlukan kebersihan dan ketelitian yang
tinggi. Diharapkan dengan kultur jaringan ini dapat mengupayakan
pelestarian tumbuhan langka.
SUMBER 3
Perkembangbiakan Makhluk Hidup
Pembelajaran : IPA
Kelas : 6 SD/MI
Semester : 1
Standar Kompetensi :
- Memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup
Kompetensi Dasar :
- Mendeskripsikan perkembangan dan pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut usia
- Mendeskripsikan ciri-ciri perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan
- Mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan
- Mengidentifikasi cara perkembangbiakan manusia
Indikator :
Mendiskusikan perkembangan dan pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut usia
- Mendiskusikan perubahan fisik tubuh laki-laki dan perempuan pada masa pubertas dan pengaruhnya.
- Menjaga kebersihan organ-organ reproduksi
- Mengidentifikasi berbagai cara hewan berkembang biak.
- Membedakan ciri-ciri antara hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dan dengan cara melahirkan
- Mengidentifikasi berbagai cara tumbuhan berkembang biak.
- Menyimpulkan bahwa tumbuhan berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif.
- Mengidentifikasi bagian-bagian bunga dan biji sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan.
- Menjelaskan peran penyerbukan
- Mempraktekkan cara membiakkan tumbuhan, misalnya stek dan cangkok
Ringkasan Materi
I. Perkembangbiakan pada Manusia
Pertumbuhan dan perkembangan manusia dimulai sejak penggabungan antara
sel sperma dan sel telur yang membentuk zigot. Zigot merupakan cikal
bakal dari individu baru. Pertumbuhan dan perkembangan berlanjut hingga
manusia dewasa dan akan mengalami penuaan. Pertumbuhan dan perkembangan
pada manusia secara umum terjadi dalam dua tahap. Pertumbuhan dan
perkembangan tahap pertama terjadi di dalam rahim. Adapun pertumbuhan
dan perkembangan tahap kedua terjadi di luar rahim. Perbedaan
pertumbuhan dan perkembangan adalah pertumbuhan merupakan pertambahan
ukuran tubuh. Contohnya, bertambahnya berat badan dan tinggi badan.
Adapun perkembangan adalah kegiatan sel-sel dalam membentuk
fungsi-fungsi khusus tubuh. Contohnya, ketika bayi kamu tidak dapat
berjalan. Akan tetapiseiring bertambahnya umur, kamu dapat berdiri,
melangkah, dan berjalan sendiri.
Untuk melakukan perkembangbiakan harus diawali dari tahap pertumbuhan menuju kedewasaan.
Dari gambar di atas terlihat perbedaan dari setiap tahapan pertumbuhan
dan perkembangan manusia dari bayi sampai dewasa. Kebutuhan manusia di
setiap tahap perkembangan juga berbeda. Misalnya, pada saat masih bayi,
belum bisa makan makanan yang keras karena belum tumbuh gigi. Sehingga
hanya makanan yang lunak dan agak cair yang dapat masuk ke dalam tubuh.
Namun, ketika menginjak masa anak-anak, makanan yang dapat dikonsumsi
sudah mulai bertambah. Begitu seterusnya hingga dewasa dan lanjut usia.
Manusia dapat memulai proses perkembangbiakan ketika sudah dewasa.
Sebelum dewasa, manusia mengalami proses menuju kedewasaan yang ditandai
dengan masa pubertas.
Tahapan atau masa pubertas merupakan salah satu tahapan yang selalu
dilalui oleh setiap manusia. Selama masa pubertas setiap manusia akan
mengalami pertumbuhan yang sangat cepat disertai banyak perubahan.
Masa pubertas dimulai pada usia 9-14 tahun, dan berakhir menjelang usia
20 tahunan dengan ditandai berhentinya pertambahan tinggi badan.Tahapan
pubertas ini sangat berkaitan erat dengan kemampuan manusia untuk
berkembang biak, karena dengan terjadinya perubahan fisik pada tubuh
memungkinkan manusia dapat berkembang biak secara kawin. Masa pubertas
anak perempuan lebih cepat dibandingkan dengan anak lakilaki. Perubahan
yang jelas terlihat pada perubahan fisiknya yang mengiringi perubahan
utama yang terjadi dalam tubuh. Perubahan tersebut dikendalikan oleh
hormon kelamin. Ciri-ciri perubahan fisik dapat kita lihat pada masa
pubertas adalah sebagai berikut.
Tabel Ciri-Ciri Perubahan Pada Masa Pubertas
Anak Perempuan
|
Anak Laki – Laki
|
|
|
Kematangan perkembangan alat kelamin pada perempuan, ditandai dengan
terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah keluarnya sel telur (ovum) dari
indung telur (ovarium) yang tidak dibuahi bersama lapisan dinding rahim
yang banyak mengandung pembuluh darah. Pada saat menstruasi darah
keluar sedikit demi sedikit melalui vagina (lubang kelamin) selama 2-14
hari, mentruasi terjadi setiap bulan sekali atau terjadi setiap 28 hari
sekali. Namun lama menstruasi dan siklus menstruasi setiap wanita
berbeda-beda. Apabila seorang perempuan telah mengalami menstruasi
berarti telah mempersiapkan diri untuk terjadinya kehamilan. Pinggul
membesar untuk mempermudah kelahiran dan payudara membesar untuk
mempersiapkan air susu bagi bayi yang dilahirkannya.
Pubertas pada anak laki-laki ditandai dengan dihasilkannya sel sperma
(sel kelamin jantan) oleh alat kelamin laki-laki yang disebut testis.
Jutaan sperma dihasilkan setiap hari oleh seorang laki-laki. Sehingga
apabila testis telah penuh, kemungkinan sperma keluar dengan sendirinya
melalui mimpi, yang dikenal dengan mimpi basah.
Seiring dengan pertumbuhan, terjadi perubahan dalam tubuh seorang
perempuan dapat menghasilkan sel telur dan seorang laki-laki dapat
menghasilkan sel sperma. Hal inilah yang memungkinkan manusia melakukan
perkembangbiakan atau kawin. Namun, untuk manusia ketika akan melakukan
proses perkembangbiakan harus memperhatikan nilai-nilai agama, yaitu
melalui proses pernikahan. Melestarikan keturunan tanpa melalui proses
pernikahan merupakan tindakan tidak bermoral yang harus dihindari. Maka
dalam bergaul antara laki-laki dengan perempuan harus berhati-hati.
Hindari pergaulan bebas dan hal-hal yang menjurus ke pergaulan bebas,
seperti berdua-duaan antara laki dan perempuan, hindari tontonan dan
bacaan yang tidak pantas. Selain itu, ikutilah aturan-aturan dalam agama
seperti berpenampilan baik, berbudi pekerti luhur dan selalu
mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara beribadah.
Setelah usia 40 tahun tubuh kita akan menua dengan cepat. Masa ini
disebut lanjut usia. Masa lanjut usia ditandai dengan kulit menjadi
berkerut, tulang-tulang makin rapuh, otot makin lemah, rambut menipis,
dan memutih. Pada akhirnya fungsi organ dalam tubuh berhenti dan suatu
saat seseorang meninggal.
B. Perkembangbiakan Tumbuhan
1. Tumbuhan Berkembang Biak secara Generatif
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah terjadinya tumbuhan
baru yang didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan merupakan peristiwa
jatuhnya serbuk sari yang mengandung sel kelamin jantan ke kepala putik
yang mengandung sel kelamin betina. Alat-alat perkembangbiakan generatif
tumbuhan terdapat pada bunga. Bentuk dan susunan bunga setiap jenis
tumbuhan berbeda-beda.
Menurut proses terjadinya, penyerbukan dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
- Penyerbukan sendiri, yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri.
- Penyerbukan tetangga, yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain tetapi kedua bunga itu masih satu pohon.
- Penyerbukan silang, yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang berbeda pohon tetapi masih satu jenis.
- Penyerbukan bastar, yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang berbeda pohon dan tidak sejenis tetapi masih satu famili. Contoh penyerbukan antara cabe merah dengan cabe rawit.
2. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif
Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dikelompokkan menjadi perkembangbiakan vegetatif alami dan vegetatif buatan.
Perkembangbiakan Vegetatif Alami
Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan secara tidak
kawin yang terjadi tanpa bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan
vegetatif alami, antara lain menggunakan umbi lapis, umbi batang, umbi
akar,akar tinggal, geragih, tunas, tunas adventif.
1) Umbi batang
Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang contohnya Kentang. Umbi
batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya
menggelembung menjadi umbi. Umbi batang tersebut sebenarnya merupakan
cadangan makanan bagi tumbuhan itu. Pada permukaan umbi batang tumbuh
sisik dan kuncup membentuk mata tunas.
1) Umbi lapis
Umbi lapis merupakan pelepah daun yang berlapis-lapis. Pada bagian atas
umbi lapis tumbuh daun, sedangkan pada bagian bawah umbi lapis terdiri
dari cakram dan akar serabut. Contoh tumbuhan yang memiliki umbi lapis,
antara lain bawang merah, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.
Perkembangbiakan umbi lapis dimulai dengan tumbuhnya siung pada tunas
ketiak yang paling luar. Pada awal pertumbuhannya, siung mengambil
makanan dari induknya. Jika siung itu telah berdaun dan berakar, siung
itu dapat membuat makanannya sediri dengan melakukan fotosintesis.
2) Umbi akar
Umbi akar adalah akar yang membesar berisi cadangan makanan. Jika umbi
ini ditanam bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh tunas. Tunas
tersebut merupakan tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang berkembangbiak
dengan umbi akar, antara lain dahlia, wortel, lobak, dan singkong.
3) Akar tinggal
Akar tinggal adalah batang yang seluruhnya berada dan tubuh menjalar di
permukaan tanah. Tunas tumbuhan baru tumbuh dari ketiak sisik setiap
buku akar tinggal. Contoh tumbuhan yang memiliki akar tinggal, antara
lain kunyit, jahe, lengkuas, dan kencur.
4) Geragih
Geragih atau stolon adalah batang yang tumbuh mendatar di permukaan
tanah. Tumbuhan baru dimulai dengan kuncup ujung yang menyentuh tanah,
kemudian membelok ke atas. Pada bagian yang menyentuh tanah akan tumbuh
tunas yang berakar dan berdaun. Tunas-tunas itu tumbuh menjalar dan
tidak tergantung lagi pada induknya, tetapi masih tetap berhubungan.
Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara geragih adalah antanan,
arbei, rumput t eki, dan strawberi.
5) Tunas
Tunas tumbuh dari batang yang terdapat di dalam tanah. Tunas muda
menjadi tumbuhan baru dan tumbuh di sekitar induknya sehingga
terbentuklah rumpun. Tunas ini tidak tergantung pada induknya. Walaupun
induknya ditebang, tunas akan tetap tumbuh.
Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, antara lain pisang, bambu, dan tebu.
6) Tunas adventif
Perhatikan gambar di samping! Tumbuhan seperti tampak pada gambar di
samping berkembang biak dengan tunas adventif. Tunas adventif adalah
tunas yang tumbuh tidak di ujung batang dan ketiak daun. Tunas ini
tumbuh pada bagian daun dan akar.
Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adventif adalah cocor bebek, sukun, cemara, dan kersen/talok.
Perkembangbiakan vegetatif buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak
kawin pada tumbuhan yang sengaja di lakukan oleh manusia atau dengan
bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif buatan, antara
lain mencangkok, menempel (okulasi), menyambung/ mengenten, stek, dan
merunduk.
1. Mencangkok
Mencangkok adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan
tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil
atau biji berkeping dua, misalnya jeruk, jambu, mangga,
rambutan,durian, dan sebagainya.
2. Menempel (okulasi)
Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman
yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan
mangga arum manis. Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama
dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat
unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki
gabungan sifat unggul.
3. Menyambung/mengenten
Menyambung atau mengenten adalah menggabungkan batang bawah dan batang
atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan
sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang
memiliki sifat-sifat unggul.
4. Stek
Menyetek adalah memperbanyak tumbuhan dengan menancapkan
atau menanam potongan-potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang
dapat distek antara lain ketela pohon, tebu, mawar, melati, dan
kangkung.
5. Merunduk
Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau
cabang ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang
yang berhubungan dengan tumbuhan induk dipotong. Tumbuhan yang biasa
dikembangbiakan dengan cara merunduk antara lain alamanda, anyelir,
apel, selada air, anggur dan sebagainya.
Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan memberikan beberapa
keuntungan dan kerugian. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian
vegetatif buatan.
a. Tumbuhan baru mempunyai sifat yang sama persis dengan sifat tumbuhan induknya.
b. Cepat menghasilkan jika dibandingkan dengan ditanam dengan bijinya.
Sedangkan kerugian vegetatif buatan adalahsebagai berikut.
a. Tumbuhan yang diperbanyak secara vegetatif buatan tidak memiliki akar tunggang sehingga mudah tumbang.
b. perkembangbiakan vegetatif buatan menghasilkan sedikit tumbuhan baru.
c. merusak tumbuhan induk.
Perkembangbiakan Hewan
Seperti halnya tumbuhan, perkembangbiakan hewan ada yang tidak kawin dan ada yang kawin. Perhatikan uraian berikut!
1. Perkembangbiakan Secara Tidak Kawin pada Hewan
Membelah diri
Perkembangbiakan terjadi pada hewan bersel satu, seperti amoeba,
protozoa, paramecium, dan virus. Secara umum perkembangbiakan vegetatif
pada hewan bersel satu dengan cara membelah diri.
Hewan bersel satu, misalnya amoeba, perkembangbiakannya dimulai dengan
pembelahan inti sel menjadi dua bagian. Setelah itu dikuti dengan
pembelahan cairan sel dan dinding sel. Akhirnya terbentuklah dua sel
amoeba baru. Masing-masing sel hidup mandiri dan akan membelah diri
lagi.
Tunas
Calon generasi baru muncul dari bagian samping tubuh. Lama kelamaan
calon tersebut membesar dan memisahkan diri dari induknya. Contoh hewan
yang dapat bertunas adalah anemon laut dan hydra.
2. Perkembangbiakan Generatif (Kawin) pada Hewan
Setiap makhluk hidup diberi kemampuan untuk memperbanyak jenisnya,
demikian pula hewan. Hewan yang telah dewasa akan membentuk sel-sel
kelamin. Hewan jantan akan menghasilkan sel kelamin jantan atau sperma,
sedangkan hewan betina akan menghasilkan sel kelamin betina atau sel
telur/ovum. Perkembangbiakan generatif selalu diawali dengan perkawinan
atau pembuahan. Pembuahan adalah peleburan antara ovum dengan sperma
setelah terjadi pembuahan terbentuklah zigot. Zigot adalah sel telur
yang telah dibuahi. Selanjutnya zigot tumbuh menjadi janin, kemudian
janin tumbuh menjadi anak atau individu baru. Berdasarkan tempat
tumbuhnya janin, hewan dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu hewan
melahirkan (vivipar), hewan bertelur (ovipar) dan hewan
bertelur-melahirkan (ovovivipar).
a. Hewan Melahirkan atau Vivipar
Vivipar adalah hewan yang melahirkan anaknya. Hewan vivipar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1) Janin tumbuh di dalam rahim induk betina (masa kehamilan).
2) Janin memperoleh makanan dari induknya dengan perantaraan tali pusat atau plasenta.
3) Pertumbuhan janin relatif lambat.
4) Bentuk tubuh anak yang lahir sama dengan bentuk tubuh induk.
5) Mempunyai daun telinga.
6) Induk betina menyusui anaknya. Hewan menyusui anaknya disebut mamalia.
Contoh hewan melahirkan antara lain kambing, gajah, kucing, singa,
tikus, kerbau, kelelewar, sapi, kuda, beruang, paus, lumba-lumba, dan
sebagainya.
b. Hewan Bertelur atau Ovipar
Ovipar adalah hewan yang meletakan telur di luar tubuh induk betinanya.
Hewan bertelur atau ovipar memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1) Janin tumbuh di luar tubuh induk betina tetapi di dalam telur bercangkang.
2) Janin memperoleh makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur.
3) Janin tumbuh relatif cepat.
4) Bentuk tubuh anak umumya sama dengan bentuk tubuh induknya.
5) Tidak mempunyai daun telinga.
6) Tidak mempuyai kelenjar susu.
7) Tidak menyusui anaknya.
Contoh hewan bertelur atau ovipar antara lain ayam, burung, ikan, penyu,
ular, katak, kupu-kupu, dan sebagainya. Pada beberapa unggas atau
burung, telur dierami sehingga memperoleh panas yang sesuai dari tubuh
induknya hingga menetas. Masa mengerami setiap jenis burung
berbeda-beda. Misalnya, masa mengerami pada ayam adalah 21 hari.
c. Hewan Bertelur – Melahirkan atau Ovovivipar
Kadal sebenarnya merupakan hewan bertelur, tetapi telurnya menetas di
dalam tubuh induk betina kemudian anaknya keluar dari tubuh induk
betina. Hewan yang demikian disebut hewan bertelur-melahirkan atau
ovovivipar. Hewan lainnya yang termasuk ovovivipar, antara lain,
beberapa jenis ular dan ikan hiu. Ciri-ciri ovovivipar sama dengan
ciri-ciri ovipar.


















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar